Seni membuat perintah

Pernah ngerasa ChatGPT kasih jawaban yang terlalu umum atau nggak sesuai harapan? Itu bukan karena AI-nya jelek, tapi karena kita belum tahu cara “main” dengan benar. Yup, ChatGPT itu kayak kuda liar yang bisa kamu kendalikan kalau tahu triknya.

Kami menyebutnya “The Prompt Game” – seni membuat perintah (prompt) supaya AI bisa kasih jawaban yang lebih akurat, relevan, dan bermanfaat.

Dalam artikel ini, kita bakal bahas cara menjinakkan ChatGPT lewat teknik prompting yang efektif. Karena pada dasarnya, AI ini bukan pembaca pikiran, dia hanya memberikan jawaban sesuai instruksi yang kita berikan.

Apa itu prompt & kenapa penting?

Bayangin kalian memiliki koki pribadi yang bisa membuat makanan apapun. Kalau kalian hanya bilang “Hey koki, saya lapar, masakin dong!”, si koki pasti akan masak sesuatu, namun belum tentu sesuai keinginan kalian karena instruksi kalian tidak lengkap. Tapi kalau kalian bilang, “Hey koki, masakin saya indomie pakai telur setengah matang dan berikan toping sosis ayam tambahan!”, hasilnya pasti sesuai ekspektasi kalian.

Begitu juga dengan ChatGPT. Prompt adalah instruksi yang kamu kasih ke AI supaya dia ngerti apa yang kamu mau. Semakin detail prompt yang kamu kasih, semakin sesuai juga jawaban yang bakal kamu terima. Mari kita bahas dan praktikan!

The anatomy of an effective prompt

Salah satu cara untuk memastikan prompt yang efektif adalah dengan memahami anatominya. Mari kita bedah struktur dari sebuah prompt berkualitas yang ditulis langsung oleh President of OpenAi, Greg Brockman.

Sumber : Niall McNulty, Writing an o1 Prompt that Works, Medium.

  1. Goal (Tujuan)
    Tentukan apa yang ingin kamu dapatkan dari AI dengan jelas. Semakin spesifik tujuan, semakin baik hasil yang didapat.
  1. Return Format (Format Jawaban)
    Jelaskan bagaimana jawaban harus disusun agar lebih terstruktur.
  1. Warnings (Validasi Data)
    Berikan batasan agar AI menghasilkan jawaban yang lebih akurat.
  1. Context Dump (Konteks Tambahan)
    Tambahkan informasi latar belakang untuk personalisasi jawaban.

Treat ChatGPT like your friend

Mungkin beberapa kalian malah makin bingung dan merasa makin ribet setelah mengetahui prompt anatomy, maka dari itu akan kami berikan solusi prompting yang lebih mudah, yaitu dengan cara “Treat ChatGPT Like Your Friend”.

  1. Prompt Dasar
    Anggap saja ChatGPT seperti teman kalian, ketika bertanya sesuai kalian pasti menanyakan pertanyaan dasar terlebih dahulu.

    • Contoh: “Apa itu Danantara?”

  2. Prompt Spesifik
    Jika jawaban ChatGPT kalian tidak seperti yang kalian mau, berikan pertanyaan yang lebih spesifik lagi.

    • Contoh: “Apa itu Danantara, bagaimana Danantara mengelola aset?”
  1. Prompt Berulang
    Setelah mendapatkan jawaban dari ChatGPT, pasti ada kalimat yang kalian kurang pahami. Maka dari itu, tanyakan lagi apa maksud dari kalimat tersebut, dengan menggunakan fitur “reply”.

Lakukan cara prompting seperti secara berulang sampai kalian mendapatkan jawaban yang maksimal dari ChatGPT. Namun, jika kalian masih kurang memahami maksud dari jawaban ChatGPT karena penjelasan yang terlalu kompleks, kalian bisa menggunakan metode yang selanjutnya, yaitu The Analogy