Scenario-Based e-Learning: Pendekatan e-Learning yang Efektif untuk Pelatihan Karyawan Perusahaan!

Mengapa E-Learning Perusahaan Membutuhkan Pendekatan yang Tepat?

Sejak pandemi COVID-19, semakin banyak perusahaan beralih ke e-learning untuk pelatihan karyawan. E-learning menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas, mengurangi kebutuhan pelatihan offline yang memakan biaya dan waktu. Namun, merancang e-learning yang efektif bukan sekadar memindahkan materi ke format digital.

Karakteristik materi, tujuan pembelajaran, serta metode penyampaian harus dipertimbangkan agar e-learning dapat memanfaatkan kelebihannya tanpa mengurangi esensi pelatihan konvensional.

Apa Itu Scenario-Based e-Learning (SBL)?

Dalam dunia kerja, banyak karyawan dituntut untuk memiliki keterampilan pengambilan keputusan (decision-making). Misalnya:

  • Customer service harus mampu menangani berbagai komplain pelanggan secara cepat.
  • Teknisi pabrik harus memahami prosedur keselamatan untuk mencegah kecelakaan kerja.
  • Supervisor harus mengambil keputusan strategis dalam operasional harian.

Untuk pelatihan berbasis keterampilan seperti ini, Scenario-Based e-Learning (SBL) adalah pendekatan yang tepat.

Menurut Ruth C. Clark & Richard E. Mayer SBL adalah:

Scenario-based e-learning is a preplanned guided inductive learning environment designed to accelerate expertise in which the learner assumes the role of an actor responding to a work-realistic assignment or challenge, which in turn responds to reflect the learner’s choices.

Dari definisi ini, kita dapat menarik beberapa poin penting:

  1. Preplanned guided inductive learning
    SBL bukan sekadar rangkaian skenario acak, tetapi dirancang dengan tujuan spesifik. Setiap skenario sudah dirancang untuk mewakili tantangan yang merefleksikan situasi nyata di tempat kerja.
  2. Accelerate expertise
    SBL dirancang untuk membawa kasus nyata ke dalam proses pembelajaran, sehingga digunakan untuk meningkatkan keahlian spesifik yang erat dengan kondisi lapangan tanpa harus mengalami risiko di dunia nyata.
  3. Actor to a work realistic assignment or challenge.
    Untuk memaksimalkan relevansi dengan kasus nyata, Dalam SBL, peserta mengambil peran aktif dalam skenario yang mensimulasikan pekerjaan mereka, seperti menangani pelanggan yang komplain, menyelesaikan masalah teknis, atau mengambil keputusan dalam krisis.
  4. Responds to reflect the learner’s choices
    SBL menekankan interaktivitas dan konsekuensi dari setiap keputusan peserta. Setiap keputusan yang diambil peserta akan mempengaruhi jalannya skenario. Pilihan yang dibuat akan menentukan konsekuensi serta umpan balik yang diberikan.

Kesimpulan

Intinya, Scenario Based e-Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengkondisikan peserta untuk mengambil peran dalam memecahkan tugas spesifik yang dekat dengan kasus dunia nyata. Dalam prosesnya, mereka disajikan dengan berbagai pilihan yang mencerminkan pengambilan keputusan mereka di tempat kerja. Setiap pilihan yang mereka buat akan menentukan bagaimana skenario berkembang, serta konsekuensi yang dihadapi.

Scenario-Based e-Learning adalah solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan karyawan dalam pengambilan keputusan (decision making) dan pemecahan masalah (problem solving). Pendekatan ini sangat efektif untuk berbagai industri, termasuk layanan pelanggan, manajemen, kesehatan, manufaktur, dan keamanan kerja. Dengan SBL, perusahaan dapat menciptakan pelatihan yang lebih interaktif, menarik, dan berdampak langsung pada peningkatan kinerja karyawan.

Ingin menerapkan Scenario-Based e-Learning dalam e-learning perusahaan Anda? Sedikit-Sedikit Belajar siap membantu merancang e-learning interaktif yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda! Hubungi kami di SSBteam untuk konsultasi lebih lanjut atau sekadar belajar lebih lanjut tentang SBL!